Proposal Penelitian


Kenakalan Remaja

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
                 Penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana kenakalan remaja dikalangan pelajar yang seharusnya menimba ilmu bukan melakukan hal – hal yang tidak pantas dilakukan.
                 Dalam kehidupan para remaja sering kali diselingi hal hal yang negative dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan sekitar baik lingkungan dengan teman temannya di sekolah maupun lingkungan pada saat dia di rumah. Hal hal tersebut dapat berbentuk positif hingga negative yang sering kita sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja itu sendiri merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial.
                 Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

                 Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

1.2. Rumusan Masalah

                 Agar memperjalas permasalahan yang akan di teliti, maka masalah tersebut akan dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa penyebab terjadinya kenakalan dikalangan remaja?
2.      Kenapa sampai bisa remaja melakukan hal – hal yang tidak baik tersebut?
3.      Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja?

1.3. Tujuan Penelitian
                
                 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.      Seberapa jauh kenakalan dikalangan remaja.
2.      Sumber – sumber yang menyebabkan kenakalan dikalangan remaja.
3.      Cara menangani atau mengatasi kenakalan remaja agar tidak semakin banyak.

1.4. Batasan Masalah
                
                 Disini hanya membahas kenakalan remaja dan yang disebut remaja hanya yang berumur 13-18 tahun. Kenaklan remaja seperti tauran(berkelahi), merokok, penggunaan narkotika, dan seks bebas.

2. Tinjauan Pustaka

2.1. Pengertian Kenakalan Remaja

                 Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".  Kenakalan remaja itu sendiri merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial
                 Sedangkan Pengertian kenakalan remaja Menurut  seorang Paul Moedikdo,SH adalah :
1.    Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya.
2.      Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat.
3.      Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial.
2.2. Macam – macam Kenakalan Dikalangan Remaja
                 Berbagai macam kenakalan dikalangan remaja yang sangat memperihatinkan. Sebaiknya bukanhanya keluarga yang harus memperhatikan hal ini namun semua pihak seperti lingkungan bermain, sekolah, komnas anak, hingga pemerintah pusat. Ini sebagain dari berbagai macam kenakalan dikalangan remaja :
1.      Tauran
           Tawuran, seperti akhir-akhir ini kita saksikan dalam berbagai peristiwa yang terjadi; antara siswa-siswi sebuah sekolah dengan siswa-siswi sebuah sekolah lainnya; telah menjadi tragedi sosial tersendiri di dalam masyarakat kita. Tawuran dalam arti tertentu memang selalu berkonotasi perkelahian antar pelajar suatu sekolah dengan pelajar sekolah lainnya. Seharusnya remaja memahami bahwa tawuran adalah ekspres hidup yang berpikir dangkal dan sempit.
           Sebenarnya kelihatan kepada kita bahwa tawuran itu dilakukan oleh anak-anak yang masih berpikiran dangkal dan sempit; dimana apa yang mereka lakukan hanya mengikuti solidaritas sempit saja dan tidak dipikirkan dengan baik soal akibat-akibat yang mungkin terjadi atas diri mereka. Karena itu, terjadinya tawuran antar anak-anak sekolahan hanyalah gambaran real tentang dang kalnya cara berpikir dan beranalisa yang dimiliki oleh anak-anak sekolahan.

2.      Merokok
           Gejala merokok kian meningkat kini walaupun berbagai upaya dijalankan untuk mengurangkan perokok. Banyak remaja, lelaki mahupun perempuan yang terjebak dalam tabiat buruk ini. Tabiat merokok bukan saja sekedar membuang uang, malah membawa berbagai penyakit yang akan membawa maut seperti kangker paru-paru. Walaupun sudah ditulis dalam bungkus rokok apa saja yang dampak yang akan ditimbulkan tapi masih banyak yang merokok.
           Mudahnya remaja dalam mendapatkan rokok itu yang membuat remaja meroko sebaiknya diberikan UU yang menetapkan rokok haya diperuntukan untuk dewasa dan tidak mudah didapatkan oleh remaja. Lingkungan yang memberikan contoh kurang baik seperti orang tua yang meroko di depan remaja sehingha menimbulkan rasa inin untuk mencoba. Dan teman yang tidak baik yang membujuk temannya yang lain yang tidak merokok untuk mencoba dengan iming – iming agar terlihat keren atau dewasa.

3.      Narkoba
          Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :
1. Narkotika - untuk menurunkan kesadaran atau rasa.
2. Psikotropika - mempengaruhi psikis dari pengaruh selektif susunan syaraf pusat otak.
3. Obat atau zat berbahaya.
          Ini sangat berbahaya bukan saja untuk remaja tetapi untuk semua kalangan sebaiknya kepolisian bertindak cepat dan tegas dalam menghadapi masalah narkoba ini. Peranan orang tua juga penting, sebaiknya orang tua menjalin komunikasi yang baik kepada anak agar dapat mongontrol atau mengatasi sejauh mana ia bergaul agar tidak kelembah hitam narkoba. Dari pemerintah, sekolah, maupun komnas anak sebaiknya lebih sering mengutarakan bahaya dampak bahkan kerugian yang akan didapat dari penggunaan narkoba. Dengan cara iklan anti narkoba, pendidikan narkoba, pidato bahaya narkoba, dan berbagai macam lagi cara penyuluhan narkoba.

4.      Free sexs (seks bebas)
           Seks adalah hubungan badan antara peria dan wanita yang seharusnya dilakukan oleh orang yang sudah terkait akan pernikahan dan sudah cukup umur (dewasa). Dan yang dimaksud dengan seks bebas adalah dimana orang yang tidak terikat dalam sebuah perikatan perkawinan melakukan hubungan seks. Hal ini sangat memprihatinkan apalagi bila terjadi dikalangan remaja.
           Banyak hal yang bisa dilakukan seperti memberikan pendidikan atau pengetahuan apa itu seks dan apa bahayanya bila dilakukan oleh remaja serta apa saja resiko dan bahkan penyakit yang akan diderita sebaiknya di ajarkan kepada remaja. Serta mengawasi pergaulan remaja seperti tidak menonton film – film yang untuk dewasa, membaca majalah kusus dewasa, penggunaan internet dengan baik. Serta keterbukaan antara orang tua dan anak agar kita mengetahui sejauh mana pergaulan remaja sekarang.
           Membahas masalah seks pada remaja memang tidak mudah. Alasan tabu harus disingkirkan jauh – jauh. Namun mengajar pendidikan seks pada remaja harus diberikan agar mereka tidak salah mendapatkan informasi.
3. Metodologi Penelitian
3.1. Desain Penelitian
          Penelitian ini menggunakan desain penelitian survai, yang dipakai untuk tujuan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang kenakalan remaja sekarang dan cara mengatasinya.
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian
          Populasi dan wilayah generalisasi penelitian ini adalah sebagian remaja (siswa SMP dan SMA) di ibu kota. Sampel penelitian diambil secara proporsional random sampling.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
          Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.
3.4. Teknik Analisis Data
          Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase.
4. Daftar Pustaka




0 komentar:

Poskan Komentar